Friday, March 22, 2013

kapan aku layaak?


Bukan perayaan yang penting,bukan selamat yang penting,bukan potong kue atau sebagainya. Tapi ada esensi lain nilai dimana apa yang telah aku lakukan 20 tahun kebelakang?apa manfaatku di bumi ini 20 tahun kebelakang?keburukan atau kebaikan yang mendominasi hidup aku?berapa  kali mamah/papah sedih melihat kelakuanku?berapa orang yang sakit hatinya karna aku?apa yang telah aku lakukan untuk membahagiakan orangtua?
Pertanyaan pertanyaan itu yang mungkin terlintas saat ini bukan saat 17 atau 18 saat masih sangat bahagia diberikan selamat dan bangga untuk umur itu, umur yang sudah dikategorikan dewasa. Tapi yang terlintas saat ini sedih karena belum bisa menjawab pertanyaan yang ada diatas itu, belum ada jawaban yang baik bahkan terbaik sesuai kenyataan, dan mungkin rata-rata disana adalah jawaban ‘belum’. Saya belum melakukan apa-apa untuk bumi ini,saya sering membuat sedih mamah/papah,keburukan mungkin mendominasi hidup saya,saya telah menyakiti hati orangtua saya,saya belum membahagiakan orang tua saya .
Sedih untuk setiap jawaban itu, sedih tidak menjadi orang yang lebih berguna untuk saya sendiri dan orang lain. Sedih untuk apa yang saya akukan terlalu banyak kemubadziran.
Hanya mimpi-mimpi di umur 20 ini yang saya tuliskan,saya bayangkan,saya harapkan,dan harus saya perjuangkan ,harus saya gapai.
Dan terus mencoba untuk melayakkan diri untuk mimpi itu.       
                                                                                                                --A corner of room 23rd--


No comments:

Post a Comment