kapan aku layaak?
Bukan perayaan yang penting,bukan selamat yang penting,bukan
potong kue atau sebagainya. Tapi ada esensi lain nilai dimana apa yang telah
aku lakukan 20 tahun kebelakang?apa manfaatku di bumi ini 20 tahun
kebelakang?keburukan atau kebaikan yang mendominasi hidup aku?berapa kali mamah/papah sedih melihat kelakuanku?berapa
orang yang sakit hatinya karna aku?apa yang telah aku lakukan untuk membahagiakan
orangtua?
Pertanyaan pertanyaan itu yang mungkin terlintas saat ini
bukan saat 17 atau 18 saat masih sangat bahagia diberikan selamat dan bangga
untuk umur itu, umur yang sudah dikategorikan dewasa. Tapi yang terlintas saat
ini sedih karena belum bisa menjawab pertanyaan yang ada diatas itu, belum ada
jawaban yang baik bahkan terbaik sesuai kenyataan, dan mungkin rata-rata disana
adalah jawaban ‘belum’. Saya belum melakukan apa-apa untuk bumi ini,saya sering
membuat sedih mamah/papah,keburukan mungkin mendominasi hidup saya,saya telah
menyakiti hati orangtua saya,saya belum membahagiakan orang tua saya .
Sedih untuk setiap jawaban itu, sedih tidak menjadi orang
yang lebih berguna untuk saya sendiri dan orang lain. Sedih untuk apa yang saya
akukan terlalu banyak kemubadziran.
Hanya mimpi-mimpi di umur 20 ini yang saya tuliskan,saya
bayangkan,saya harapkan,dan harus saya perjuangkan ,harus saya gapai.
Dan terus mencoba untuk melayakkan diri untuk mimpi itu.
--A
corner of room 23rd--
No comments:
Post a Comment